Tuesday, December 19, 2023

Yuni (2021) - review film

Kharisma Starvision Plus


 Sudah denger ini film bagus. Tapi selalu skeptis sama film indo yg dibilang bagus, karena sering yang dibilang bagus cuma bagus berkedok promo aja. Tapi ternyata yang ini bagussss benerannn. Ini film yg Indonesia banget. Sederhana, kucel, jujur, enggak ngikut2 film luar. Sudah lama gak lihat yg seperti ini. Style seperti ini yg harus dipertahankan di film indo, bukannya ngikut2 style hollywood/korea tp malah fail. Pokoknya suka bgt sama style film indo yg macam ini. Keren banget. Harapan buat perfilman indonesia.

Ini film slice of life tentang kehidupan Yuni, gadis beranjak dewasa yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA. Entah yang terjadi di sini beneran di dunia nyata atau enggak, tapi di tempatnya Yuni ini anak-anak perempuan biasanya pada langsung nikah begitu lulus sekolah. Dilamar orang dan dijadikan istri orang lebih tepatnya. Bahkan tak jarang yang udah hamil duluan atau udah nikah di usia sekolah. Yuni yang merasa terkekang dengan kehidupan semacam itu memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan kuliah agar bisa keluar dari jerat dunia perjodohan macam itu.

Style filmnya tenang. Sangat minim memakai musik. Adegan-adegannya yang sepi dibangun dengan sangat baik. Bikin mata terus fokus ke layar meski karakternya gak ngapa-ngapain. Seting tempat, makeup, dialog, akting, semuanya sangat natural. Sampai eggak sadar yang artis itu yang mana, karena tampaknya orang biasa semua yang main. Dan karakternya natural semua. Seting tempatnya juga sangat alami dan nyata.

Sangat suka dengan detail-detail kecil yang bikin filmnya lebih hidup dan nyata. Seperti penggambaran Yuni yang terobsesi dengan warna ungu, dengan motor mBit yang diblok skotlet ungu, itu real ABG Indonesia banget. Terus kamar para cewek ABG yang penuh dengan dekorasi puisi, gambar hati, lengkap dengan lampu kelap-kelip. HP yang layarnya retak. Lalu obrolan gak penting para ABG. Rasanya seperti ngikut di kehidupan mereka.

Intinya, hanya dengan visual sederhana dan penggambaran hidup mereka, kita langsung mengerti tentang kondisi ekonomi atau kondisi kehidupan mereka.

Ada satu adegan bagus di mana salah satu karakter nangis, dan tiba2 rasanya ingin ikut nangis juga. Padahal itu cuma adegan singkat dan tidak dikasih musik melow macam drakor. Hanya dengan ekspresi dan bahasa tubuh kita sudah bisa merasakan kepedihannya. Itu keren banget.

Juga saat ada adegan perpisahan. Padahal cuma diceritakan dengan biasa tapi bisa syok mendengarnya.

Setelah tahu ada film indo sebagus ini, kini jadi ada semangat untuk nonton film indo lain. Mungkin masih ada hidden game lain yang belum ketemu. Ternyata ada kemajuan untuk film Indonesia. Semoga saja film semacam ini bisa dapat lebih dikenal dan diapresiasi oleh lebih banyak penonton.




Sunday, December 17, 2023

Concrete Utopia (2023) - review film

Lotte Entertainment

Setelah bencana besar meluluhlantakkan negeri, sebuah apartemen tetap berdiri. Menjadi dilema ketika mereka yang di luar apartemen mencoba masuk, sedangkan para penghuni apartemen berusaha menjaga apartemen mereka tetap nyaman dan aman untuk mereka tinggali.

Bagus filmnya. Kelihatannya film bencana alam efek-efekan. Ternyata lebih ke film drama.

Konflik sederhana tentang orang-orang luar yang mencoba masuk, dan para penghuni asli yang berusaha menghalau mereka agar tidak masuk.

Bikin bingung juga sih, mau diterima nanti menuh-menuhin tempat, kalau tidak diterima kan lagi bencana alam. Katanya harus saling membantu. Jadilah perang antara orang luar vs orang dalam. Pengungsi vs penghuni asli. Pilih membantu demi kemanusiaan atau hidup ngurusin diri sendiri aja, yang mana lebih masuk akal.

Perangnya lebih ke arah politik. Dengan menunjukkan bagaimana cara Sang Pemimpin mempertahankan apartemennya sekaligus menjaga orang-orang di dalamnya tetap hidup. Sang Pemimpin ini digambarkan dengan sangat bagus. Boleh jadi dialah villain di film ini, tetapi dia melakukan semua perbuatannya demi para penghuni apartemen juga. Mau disalahin tapi dia ada benarnya juga.

Penampilan Lee Byunghun super banget menjadi si pemimpin. Sampai aktor-aktor lain terasa cuma jadi pemeran pendukung. Sudah lama tahu namanya tapi baru ini nonton filmnya.

Meskipun visualnya tidak semegah film Hollywood namun penggambaran dunia apokalipsnya cukup dalam. Sampai terbawa suasana dan berpikir bagaimana kalau kita yang berada di dunia itu.

Film yang abu-abu. Tidak ada yang mutlak benar atau mutlak salah. Tentang orang yang bertindak berdasar hati vs yang bertindak berdasar pikiran. Masing-masing tokohnya punya pendirian masing-masing dan ada benarnya. Ada yang memilih tetap mau membantu sesama, ada yang memilih hidup demi diri sendiri aja. Kira-kira kamu pilih yang mana?

Sangat rekomended.



Tuesday, December 12, 2023

Pearl (2022) - review film

A24


Lanjutan dari film X (2022) tapi ini prekuel yang menceritakan origin story si Pearl.

Pearl adalah gadis muda yg tengah ditinggal suaminya berperang dan terjebak hidup di peternakan keluarganya bersama kedua orangtuanya. Didorong rasa kesepian dan frustrasi, dia mulai merencanakan buat pergi meninggalkan peternakan keluarganya demi mengejar mimpinya menjadi penari terkenal. Namun kehidupan tidak selalu sesuai keinginan kita.

Filmnya bagus. Dan aktingnya Mia Goth bagus banget.

Lebih banyak porsi dramanya. Dibanding horor lebih ke cerita sedih sebenarnya. Karena nasib si Pearl ini kasihan, tapi ya gimana lagi, dia sendiri kurang lurus jalan pikirannya.

A24

Akting Mia Goth super banget. Emosinya yang berubah-ubah dan meledak-ledak terasa menakutkan sekaligus bikin iba. Sesaat kita merasa mengerti pada perasaan hatinya, saat berikutnya dia jadi orang yang bikin kita lari.

Salah satu karakter psikopat terbaik. Pearl ini sangat manusiawi. Dia bukan karakter dingin yang asal ngebunuh seperti kebanyakan karakter psiko umumnya. Si Pearl ini punya tujuan; dia hanya ingin bahagia. Dia selayaknya manusia lain yang punya keinginan duniawi, punya mimpi, yang membuatnya terasa memiliki hati. Namun ketika dunia membuatnya kecewa, dalam sekejap dia berubah dikuasai oleh amarahnya.

Jadi dia hanyalah seorang gadis lugu, tapi ada sesuatu yang salah padanya. Itu yang membuatnya serem namun terasa relate dengan kita.

Mia Goth gak perlu pakai 'tatapan jahat' buat menggambarkan kebengisannya. Ini yang bagus dari aktingnya. Seperti di adegan terakhir. Pearl dan lawan mainnya cuma ngobrol curhat biasa, namun lama kelamaan si lawan bicara mulai sadar ada yang salah dengan Pearl, dan tensi berubah tegang dengan sangat smooth. Adegan puncak yang keren banget.

Film horor yang unik. Tak hanya bikin ngeri tapi juga bikin iba.