Wednesday, December 18, 2024

Heretic (2024)

A24

Dua misionaris muda terjebak di rumah Mr. Reed, seorang pria dengan pandangannya yang berbeda soal agama, dan mereka harus berdebat sekaligus berjuang menyelamatkan nyawa mereka.

Film thriller dengan bumbu agama. Awalnya sih ketegangannya dari perdebatan si tuan rumah dan dua tamunya soal mana agama yang benar. Tapi makin lama perdebatan menjadi sebuah peperangan yang mempertaruhkan nyawa.

Banyak review yang menekankan soal tema agamanya. Tapi enggak sekental itu kok unsur agamanya. Tidak sekental Man from Earth, Life of Pi, atau P.K.. Ide utamanya tetap sama; bahwa jika ditelusuri semua agama bersumber dari satu sumber yang sama. Semua agama di dunia berasal dari modifikasi agama-agama sebelumnya. Itulah pendapat yang dipegang oleh Mr. Reed si tuan rumah.

Berikutnya tak cuma berdebat mulut, namun Mr. Reed sampai melakukan kekerasan untuk membuktikan pendapatnya. Konsepnya unik, seperti profesor yang sedang beradu argumen dengan mahasiswanya. Tapi dengan taruhan nyawa.

Simbolismenya juga bagus sih. Plotnya juga mengandung twist layaknya film misteri. Keseluruhan tetap terasa sebagai film thriller, hanya obrolannya diisi dengan perdebatan soal agama. Dan endingnya juga dikasih sedikit bumbu supranatural untuk mendukung tema soal kepercayaan dan mukjizat.

Silakan nonton jika tertarik dengan thriller yang agak beda.

7/10

 



Wednesday, December 11, 2024

Look Back (2024)

Amazon MGM Studios

Beneran bagus seperti kata orang-orang. Ceritanya sederhana tapi storytelling & artnya juara. Tentang persahabatan dua mangaka muda.

Artnya bukan yg CGI canggih macam Kimi No Nawa atau Demon Slayer, lebih ke gaya tradisional yang terlihat goresan tangan, dan pakai gerakan tak perlu seperti garuk2 kaki atau benerin rambut yang bikin karakternya terlihat natural. Unik. Suka sama artnya.

Banyak adegan timeskip yg cm diisi gambar diam & musik yang terasa indah & menyentuh.

Awalnya bingung bagian mananya yang mirip Chainshawman, selain unsur hiu (di CSM ada gigi hiu Denji). Ternyata makin akhir makin mirip karena Fujino berubah jadi Makima.

Salah satu film terbaik tahun ini. Mungkin bakal masuk Oscar.

9/10 

 

❖ 


Wednesday, November 6, 2024

Transformers One (2024)

Paramount Pictures

 Bagus. Menceritakan masa muda Optimus dan Megatron saat masih jadi buruh tambang. Ringan mirip animasi Disney atau studio besar pada umumnya, tapi tetap ada konflik tegang-tegangnya. Ada kebangkitan, persahabatan, pemberontakan, dan mendapatkan kekuatan macam di anime.

Animasinya bagus. Meski di trailer terlihat seperti animasi b-aja, setelah nonton mulus dan detail juga ternyata.

Entah apakah ini sesuai dengan versi originalnya. Mungkin fans Transformers bisa lebih paham. Sekarang bisa mengerti kenapa ada yang bilang Optimus di Bayverse terlalu sadis. Karena di versi ini Optimusnya berhati lembut, bijaksana, dan polos. Tapi di Bayverse Optimusnya juga cocok banget sih peran sadis.

Rekomended buat yang belum tahu awal mula Autobot vs Decepticon dan kisah Planet Cybertron.




Thursday, October 10, 2024

Inside Out 2 (2024)

 

Walt Disney

 Sudah lupa sama film pertama. Untunglah di awal langsung dikasih pengenalan ulang lagi.

Di film kedua ini ceritanya si Riley udah remaja dan jadi ada emosi baru di 'control room'-nya.

Awalnya sih biasa aja, kayak film Disney ringan. Tapi setelah masuk konflik jadi bagus banget. Sampai mikir, ini apakah kalau yang nonton anak-anak mereka akan paham cerita serumit ini.

 

Walt Disney
 

Kreatif sih, cuma peristiwa si Riley ikut camp hoki tapi bisa jadi cerita emosional tentang persahabatan dan pasang-surut emosi manusia pada umumnya. Bikin terharu ketika lama-lama kita sadar ternyata emosi manusia serumit itu. Ketika kita menemukan hal relate di sana, seakan film ini menunjukkan, tidak apa-apa, semua manusia mengalami hal itu.

Benar-benar film tentang 'manusia'. Merasa sangat terwakilkan sekali.

Bagus. Rekomended.

8/10 

 


 

Wednesday, October 9, 2024

Longlegs (2024)


Neon
 

 Tertarik karena Nicolas Cage, tapi kagumnya sama karakter Detektif Lee Harker yang diperanin Maika Monroe.

Awalan langsung bagus banget. Bikin penasaran, dengan dialog yang dapet, akting bagus, dan visual yang apik pula. Style yang cocok sama film horor-detektif.

Terjadi pembunuhan berantai tetapi si pelaku hanya meninggalkan sebuah surat, tidak pernah datang ke TKP, sedang pelaksana pembunuhannya selalu sang kepala keluarga. Misteri yang sangat menarik.

Selama cerita penyelidikan sangat seru. Namun sayang endingnya terasa biasa aja. Bagus sih dikasih penyelesaian, cuma terasa gampang aja, padahal di awal sudah sangat misterius dan terkesan sebagai kasus yang tak akan pernah menemukan jawaban.

 

Neon

Satu lagi, tentang Nicolas Cage. Kayak sayang aja sih si Cage malah jadi si villain. Malah kayaknya lebih bagus kalau dia jadi detektifnya saja, jadi temennya si Maika. Walau Blair Underwood udah bagus banget meranin Agen Carter (keinget Will Smith mulu). Soalnya si Cage jadi villain juga terasa biasa aja aktingnya, kurang menggila sebagai orang gila, wajahnya juga gak keliatan karena riasan yang tebal. Bahkan karakternya diganti aktor lain juga bisa.

Kesimpulan. Bagus di style visualnya, misteri di awal, dan akting Maika Monroe. Kurang di endingnya. Kayak gak nyambung gitu sama bagian awal.

Oh, iya. Padahal sebelumnya habis nonton It Follows (2014), tapi baru  sadar ternyata Maika Monroe yang main di film itu. Pantes kayak pernah denger namanya.

 

 

Wednesday, September 25, 2024

It Follows (2014)

Northern Lights Films

Sudah sering dengar tapi baru ini akhirnya nonton.

Idenya sangat kreatif. Ada makhluk misterius yang ngikutin kita, berwujud manusia atau orang yang kita kenal, dan makhluk itu cuma berjalan pelan aja. Dia jalan pelan, tapi selalu ngikutin! Beneran bikin horor dan stres pastinya. Saat mau tidur pasti kepikian tuh demit sampai di mana sekarang.

Dramanya bagus, akting bagus banget (Maika Monroe), penceritaan juga bagus. Intinya sangat menghibur ditonton. Hanya sayang perlawanannya kurang epik. Ya sudah bagus sih, ada perang terakhir itu. Tegang juga berantemnya. Tapi saya mikirnya akan lebih horor jika dikasih ending karakternya akhirnya hidup pindah-pindah dan sampai tua masih diikuti sosok itu. Jadi menggambarkan insting bertahan hidup manusia. Apapun dilakukan asal tetap hidup.

Bukan spoiler. Karena ending filmnya langsung ditampilin di awal.

Itu juga yang aneh. Andai ga ditampilin duluan pasti bisa jadi lebih tegang saat perang terakhir.

Meski begitu endingnya tetep bagus sih. Ngasih adegan ambigu.

Rekomended. Pantas nih film banyak dibahas.

7-8/10



(all pic) Northern Lights Films


 

Monday, September 16, 2024

Trap (2024)

Warner Bros.


Bagus. Tapi bagus dalam arti hiburan. Jika dinilai serius sih gak masuk akal, cuma seru aja.

Seorang pembunuh buronan terjebak di dalam konser yang sengaja dibuat untuk menjebak dirinya.

Cerita kucing-kucingan FBI lawan penjahat. Jika di dunia asli mungkin akan langsung menang FBI-nya. Atau ga mungkin juga akan membuat jebakan sebesar itu. Tapi ya namanya film ceritanya dibuat muter-muter. Seru karena penasaran aja akan seperti apa akhirnya. Intinya sih dalam film yang durasinya 1 jam 45 menit terjadi banyak konflik.

Kekurangannya ya bagian tidak masuk akalnya. Semua rencana si penjahat selalu berjalan sesuai rencana dan FBI-nya digambarkan kaya orang bingung yang ga tau apa-apa.

Warner Bros.

Satu keunggulan lainnya yaitu akting si Cooper yang diperankan oleh Josh (atau Joshua) Hartnett. Gak nyangka aktingnya bagus banget. Dari visual dan akting karakter lain sebenarnya cuma terlihat film yang b aja. Tapi saat cerita mulai panas dan Cooper mulai terpojok dan masuk dalam mode penjahat, jadi keluar seremnya.

Padahal tidak ada adegan sadisnya, dan tidak diperlihatkan saat si Cooper melakukan kejahatannya. Tapi dia bisa menggambarkan karakter penjahat gila dengan apik dari perubahan sikap yang awalnya seorang ayah yang sayang keluarga menjadi pria dengan emosi tidak stabil.

Termasuk salah satu karakter psiko terbaik dalam film. Bisa meninggalkan kesan kamu tidak ingin bertemu dengannya. Andai tampil di film yang lebih serius pun masih masuk karakternya.

Warner Bros.


Akting Saleka juga bagus sih. Padahal porsinya cuma dikit, tapi penampilan dia dan Josh Hartnett yang paling memorable.

Film yang idenya sangat bagus. Andai dibikin oleh sutradara dengan fanbase besar macam Nolan pasti bakal dikatain jenius. Selalu berpikir harusnya sekali-sekali Shyamalan kerjasama bareng Nolan.

Film yang mungkin akan dikritik oleh mereka yang kritis soal film, tapi bakal seru-seru aja jika ditonton oleh orang yang sekadar nyari hiburan.

Saya sih suka-suka aja.

7-8/10


 

Wednesday, September 11, 2024

Twisters (2024)

 

Universal Pictures

Remake dari Twister (1996). Latar belakangnya sih sama, tentang pemburu angin tornado dan drama kehidupannya, tapi dramanya punya alur yang berbeda sama yang versi 1996. (Kayaknya sih ya, soalnya nonton yang 1996 cuma sepotong-sepotong)

Bisa dibilang banyakan dramanya dan alurnya lambat. Khas film tahun 90-an. Bukan drama yang berkelas atau gimana, agak bosenin sebenernya, tapi lumayan sih. Ada pesan tentang menghadapi rasa takut dan berdamai dengan masa lalu, atau membuka lembaran baru, ya gitu-gitu lah.

Yang bikin susah ditinggalin sih mbaknya cakep. Mau gak lanjut sayang. Ya udah nonton mbaknya aja sambil nungguin angin puyuhnya dateng. Nama Mbaknya Daisy Edgar-Jones. Saking cakepnya sampai menarik perhatian om-om koboi Glen Powell yang berbadan tegap dan punya banyak subkriber yutub.

Visual efeknya ya jelas lebih bagus dibanding versi 1996. Tapi jika cuma berharap nonton efek CGI nya pasti terasa kurang, karena banyakan adegannya di lapangan. Bukan film dengan efek jor-joran macam 2012.

Film yang rasanya kepanjangan durasi aja. Kalau cuma 90 menit lebih dikit, mungkin bisa agak enteng nontonnya. Dua jam terasa kepanjangan buat dramanya.

Sekadar oke sih buat tontonan di kala gabut atau teman kumpul2. Silakan ditonton jika emang minat.


***

Monday, June 17, 2024

Exhuma (2024) - review film

Showbox


 Ceritanya bagus, tapi biasa aja. Awalan bagus, bikin penasaran. Menceritakan soal gangguan gaib yang datang dari leluhur sehingga harus dilakukan penggalian untuk pemindahan makam. Namun setelahnya berubah menjadi cerita dikejar-kejar hantu yang membunuh. Dari cerita yang awalnya tampak sebagai drama misteri menjadi cerita hantu Hollywood.

Karakter hantunya bagus sih. Punya detail asal mula dan dikasih bumbu ritual gaib dan sejarah yang membuat plotnya bisa diterima. Tapi ya itu, melawan hantu yang bisa terlihat dan bisa membunuh bagi sebagian orang tidak lebih menakutkan dibanding melawan hantu yang tidak terlihat.

Tidak cocok buat yang menginginkan cerita horor misterius. Cocok buat yang mau nonton cerita tentang dukun yang melawan hantu jahat yang suka membunuh.

*Bagi yang ingin nonton film serupa tapi hantunya tidak terlihat bisa nonton The Wailing. Ceritanya mirip, tentang dukun dan ritual-ritual. Dukun melawan dukun, juga melawan jin penunggu gunung.


Saturday, February 24, 2024

True Detective: Night Country (Season 4) - review

Max


 Di kota Ennis, Alaska, sekelompok peneliti hilang dan ditemukan dalam keadaan tewas bersamaan, tumpang tindih membeku jadi satu dan tanpa pakaian.

Ini bagus. Premisnya langsung bikin penasaran sejak awal. Orang hilang secara misterius, dengan bumbu kisah mistis, seting di kota kecil terisolasi, dengan dunia es dan 'musim malam' tanpa matahari. Bikin ingat The Thing atau film2 klasik 90-an melawan monster gitu.

Max

Karakter detektifnya fresh. Langsung bikin kita simpati dan suka. Akting Jodie Foster keren banget. Dan si anak baru yang diperankan Finn Bennett juga bagus banget aktingnya. Mirip Matt Damon aktingnya.

Dialog-dialognya cerdas. Ceplas-ceplos dan ngelesnya lancar. Kalau bertanya efektif. Dapet banget karakter polisinya.

Story telling bagus. Jahitan saat ganti adegan smooth. Kadang menipu dan bikin penasaran.

Endingnya bagus. Jawaban misterinya oke. Twistnya nggak ketebak, cuma terasa sederhana aja. Tapi epilognya bagus banget. Ketika semua karakter akhirnya menemukan kedamaian masing-masing.

Entah kenapa banyak yang benci. Mungkin pada ikut-ikutan gara2 pernyataan kreator originalnya.

Max

Kekurangannya. Lumayan setuju sama pernyataan kreator originalnya yang bilang gak suka nih serial dihubungkan sama season pertama. Memang tanpa dikasih easter egg ke season pertama pun bakal tetep bagus ceritanya, bahkan easter eggnya juga gak penting dan malah bikin feel-nya 'kurang serius'. Jadi macem Marvel aja dihubung2kan semuanya.

Kekurangannya cenderung hal yang gak penting dan bisa diabaikan. Karena selama nonton benar2 full terhibur dan dibikin gak sabar nunggu episodenya rilis tiap minggu. Sudah lama nggak nemu tontonan bagus. Baru ini akhirnya bisa semangat nonton lagi. Secara pribadi saya kasih 9/10.