Tuesday, September 30, 2025

Twisted Metal - S02

Peacock

Sangat underrated. Lucu, seru, cerita tidak bertele-tele, banyak mobil, adegan aksi, dan durasi yang ringkas.

 

Peacock

Bercerita tentang dunia distopia di mana warga terpecah menjadi penghuni luar tembok dan dalam tembok. Orang-orang berperang dengan menggunakan mobil mereka. Season dua ini bercerita tentang John dan teman-temannya yang mengikuti permainan Twisted Metal, di mana para driver saling bunuh, dan driver yang terakhir bertahan akan dikabulkan apa pun permintaannya.

 

Peacock


Seperti anime, durasinya cuma 30 menit per episode. Sekali duduk langsung ada konflik dibahas. Karakternya ringan namun sangat beragam dengan latar belakang berbeda. Interaksi di antara mereka pun seru. Semua orang gila peperangan.

Ceritanya banyak kejutan. Meski bukan yang istimewa, cuma kejutan-kejutan klise, tapi tetap seru.

 

Peacock

Akting para pemainnya jelek. Kecuali John (Anthony Mackie), Calypso (Anthony Carrigan), Raven (Patty Guggenheim), Axel (Michael James Shaw) yang sangarnya natural, atau Stu (Mike Micthell) yang lucunya natural. Masih ada beberapa yang proper sih, tapi intinya aktingnya rata-rata emang seadanya, masih terlihat dibuat-buat. Tapi karena kemasannya komedi jadi oke saja ditonton.

 

Peacock

Sebenarnya paling tidak betah lihat akting Quiet (Stephanie Beatriz) di season 1. Karena tidak natural memerankan karakter lucu. Sangat kebanting dengan akting Anthony Mackie. Hampir stop nonton gara2 gak suka karakter dia. Untunglah di season 2 ini karakter dia tidak begitu banyak melucu lagi. Hubungan John dan Quiet terasa lebih dewasa dengan obrolan yang lebih serius.

 

Peacock


Ada juga karakter baru, Mayhem (Saylor Bell Curda), yang cantik banget, tapi aktingnya juga kaku. Masih seperti cewek drakor yang berusaha melucu tapi jaim, jadi ekspresinya terlihat dibuat-buat. Semoga akting dan karakternya semakin matang, karena ada potensi besar. Dia juga yang jadi salah satu daya tarik dan bikin betah, karena cantik dan karakternya tipikal karakter oon namun selalu beruntung.

 

Peacock

Kekurangan yang lebih mengganggu adalah adanya adegan dewasa. Padahal kemasannya sudah sangat fun dan komedi. Kemunculan adegan vulgar terasa sangat tidak perlu. Malah bikin terasa melenceng. Padahal cukup disiratkan mereka sedang begituan, itu sudah cukup, ini sampai diperlihatkan dengan detail dan adegan yang panjang.

 

Peacock

Secara utuh, ini series yang bagus. Karena tidak berusaha tampil megah atau canggih. Tidak memaksakan milking hingga satu jam per episode. Sangat menghargai waktu penonton dan sadar diri bahwa ada banyak tontonan lain di luar sana. Dan tontonan ini hanya sebagai selingan agar kita bisa tetap menikmati yang lain.

Nonton ini membangkitkan lagi kenangan di zaman sekolah, atau tahun 90-2000-an, di mana nonton film adalah hiburan seru tanpa perlu banyak mikir. Karena ceritanya yang sangat fun dan murni menghibur.

 

Peacock

Kesimpulan. Sangat-sangat rekomen. Berharap banyak serial yang mengikuti format ini. Tidak perlu durasi panjang kalau ceritanya tidak bagus-bagus amat. Hanya setengah jam, tapi seru dan selalu bikin penasaran. Serial yang benar-benar bertujuan memberikan hiburan.

 

Thursday, September 25, 2025

The Naked Gun (2025)

Paramount Pictures

Kita tahu ini adalah film komedi. Remake dari komedi legend. Yang bikin bertanya-tanya adalah, seperti apa sih lucunya?

Sering melihat rekomendasi film atau series yang katanya lucu tapi ternyata malah cringe. Tipe yang berusaha melucu tetapi tidak lucu, yang menjual adegan konyol atau ekspresi konyol namun dibuat-buat. Tapi saya yakin film komedi amrik punya kelas yang berbeda. Itu yang bikin saya penasaran.

 

Paramount Pictures

Saat adegan pembuka langsung ketawa.

Oke, oke, boleh deh. Langsung nyantol buat nonton. Suka dengan film komedi yang seperti ini.

Jadi apa yang bikin lucu?

 

Paramount Pictures

Adegannya tidak ketebak. Dialognya, atau adegannya, plesetan dari pakem-pakem terkenal. Para karakternya tidak tertawa padahal sedang terjadi hal di luar nurul. Dan yang paling utama, tidak ada sound effect lucu yang menekankan bahwa adegannya lucu. Atau akting dengan wajah lucu yang dibuat-buat. Semua karakternya selalu memberikan ekspresi serius.

 

Paramount Pictures

Filmnya sendiri punya cerita. Jadi masih enak disimak. Bukan hanya adegan random. Frank Drebin Jr. (Liam Neeson) adalah detektif Police Squad yang harus memecahkan terjadinya kecelakaan mobil dan terindikasi pembunuhan. Tapi ya tentu saja, penyelidikannya koplak, semua adegan diplesetin, tapi ujungnya tetap berhasil juga. Atau tidak? Saya lupa.

 

Paramount Pictures

Liam Neeson bisa terlihat lucu. Mungkin habis ini nonton Taken atau Schindler's List jadi beda. Ingat kekonyolan dia di sini.

Kekurangannya, ya tentu ada bagian yang tidak lucu. Tapi terasa biasa saja karena penyampaiannya tidak terlihat melucu. Dan ada lelucon dewasa yang vulgar.

 

Paramount Pictures

Suka dengan film komedi seperti ini. Yang lucu adalah ceritanya dan dialognya yang ngawur. Jadi ingat Scary Movie. Tapi Naked Gun tidak seekstrim itu parodinya.

Sangat rekomen.

Thursday, September 18, 2025

Weapons (2025)

Warner Bros.

Film yang ramai karena berita Jordan Peele memecat staff-nya gara-gara gagal mendapatkan film ini. Katanya juga termasuk horor terbaik tahun ini.

Memang agak seram sih di bagian awal. Karena ada beberapa jumpscare dan adegan gelap-gelapan. Tapi keseluruhan ceritanya tidak seram.


Warner Bros.

Satu kelas anak hilang secara misterius. Bukti yang ada hanyalah rekaman anak-anak berlari keluar rumah dengan mode Naruto pada jam 02.17 dini hari. Ke manakah anak-anak tersebut menghilang?

Filmnya seram di awal, karena memperlihatkan adegan mistis, tidak masuk akal, gelap-gelapan, dan jumpscare. Tapi makin ke belakang menjadi film misteri-kriminal yang ngajakin mikir. Bagian dramanya boring. Awal-awal boring. Baru mulai seru ketika Archer (Josh Brolin) dan Justine (Julia Garner) mulai menyelidiki sendiri misteri itu.

 

Warner Bros.

Bagian horor atau supranaturalnya khas amrik yang mengada-ngada. Kejahatan yang dilakukan dengan kekuatan supranatural. Mirip Longlegs.

Villainnya kurang menarik. Langsung ingat Bring Her Back, emak-emak psiko yang klise (Padahal baru aja nonton, ketemu lagi karakter seperti ini. Huhu). Konsep sihirnya juga mengarang bebas. Bagi kita yang sudah sering dengar tentang santet, sihir Hollywood begini jadinya terlihat tidak masuk akal bahkan untuk ukuran film.

 

Warner Bros

Saya berpikir film ini akan lebih bagus jika digarap Jordan Peele. Dia sudah membuktikan bisa mengemas horor-mengada-ngada begini menjadi tontonan yang mencekam. Bahkan bisa membuat film horor dari alien yang bentuknya kayak topi koboi.

 

Warner Bros.

Bagian bagus dari Weapons adalah penceritaannya yang sedikit unik, karena dari beberapa POV berbeda hingga akhirnya menjawab misterinya. Tapi untuk bagian horornya biasa saja. Ceritanya juga biasa saja. Bisa dibilang ini film horor tapi malah yang bagus bagian penceritaan misterinya.

 

Warner Bros.

Kesimpulan. Lumayan, tapi tidak memenuhi ekspektasi. Banyak digembor-gemborkan sebagai salah satu film horor terbaik, tapi, yah, cuma sedikit unik karena ada misterinya. Tapi, sebagai film yang heboh, belum bisa disetarakan dengan Pearl, MaXXXine, atau Nope, yang benar-benar unik dengan cara mereka sendiri.


Tuesday, September 16, 2025

Bring Her Back (2025)

A24/Causeway Films

Tipikal film horor barat yang tidak relate dengan budaya kita. Atau tidak relate dengan dunia nyata. Yang murni imajinasi semata.

Sepasang kakak-adik harus tinggal bersama orangtua angkat setelah meninggalnya ayah mereka. Yang ternyata orangtua baru mereka adalah jahat!

 

Causeway Films

Premisnya terdengar biasa? Tunggu sampai nonton filmnya. Karena ceritanya juga biasa aja!

Semua alurnya ketebak. Pakemnya sudah sering dipakai. Tidak ada yang baru. Palingan cuma variasi salah satu MC-nya punya gangguan penglihatan. Atau kejahatan si villain. Atau jenis sihirnya. Tapi ya itu saja.

 

Causeway Films

Ceritanya datar. Ngantuk lihat dramanya. Aktingnya tidak ada yang luar biasa. Bagian horornya mengandalkan adegan berdarah-darah bikin ngilu. Tidak ada bagian cerita yang bikin takut atau misteri yang bikin penasaran.

Villainnya menjengkelkan tapi dalam artian buruk. Tidak ada daya tariknya. Emak-emak psiko yang klise. Akting jahatnya masih terlihat dibuat-buat. Padahal Sally Hawkins ini bagus di film-film lain.

 

Causeway Films

Kamu boleh membuat karakter yang menjengkelkan, tapi harus membuatnya memiliki daya tarik. Jadi ingat sama Nicole Kidman di The Others. Karakternya juga agak menjengkelkan, tapi dia terlihat natural.

Atau James McAvoy di Speak No Evil. Kurang jengkelin apa coba dia. Tapi karakternya sangat menarik jadi kita bisa terikat mengikuti ceritanya.

 

Causeway Films

 

Bring Her Back juga mirip dengan Speak No Evil, tentang tersandera di rumah orang sinting. Tapi Speak No Evil penuh kejutan, misteri, dan karakter villain yang punya kedalaman. Dan tidak perlu adegan gore untuk membuat film jadi tegang.

 

Causeway Films

Kesimpulan. Film horor yang cerita dan penggarapannya b aja. Cuma mengandalkan adegan sadis untuk membuat penonton takut. Jika suka yang darah-darah, mungkin cocok. Jika berharap cerita horor yang bagus, ini bukan film yang dicari.


Friday, September 12, 2025

Ne Zha 2 (2025)

Beijing Enlight Pictures

Sudah nonton Ne Zha yang pertama dan suka. Dramanya ringan dengan pesan dan adegan menyentuh, serta tentu saja adegan aksi yang sangat bagus, seperti anime yang hidup. Ah, andaikan anime dibuat seperti itu.

Jadi sangat penasaran dengan Ne Zha 2, apalagi sampai tembus jadi salah satu film terlaris sepanjang masa dunia. Sebagus apa sih.

 

Beijing Enlight Picture

Film langsung dibuka dengan adegan sambungan dari film pertama. Yang mana terasa aneh. Ini kenapa masih ngelanjutin perang kemarin?

Sebuah film biasanya dibuka dengan adegan tegang, habis itu drama untuk pembangunan cerita dan premis konflik. Ini malah kebalikannya. Drama sebentar langsung perang. Hal itu membuat pace nonton terasa aneh dan adegan perangnya tanpa tensi. Kita ingin cerita baru, bukan perpanjangan konflik kemarin.

Barulah setelah drama dan perang pembuka yang panjang itu selesai kita akhirnya masuk ke premis cerita film ke-2.

 

Beijing Enlight Pictures

Premisnya cukup menarik. Ne Zha harus berbagi tubuh dengan Ao Bing, karena tubuh Ao Bing yang rusak. Dan untuk membantu Ao Bing mendapatkan tubuh baru mereka harus ke kahyangan, melewati beberapa ujian agar bisa menjadi immortal sekaligus mendapat tubuh baru.

Pertarungan yang seru baru muncul di menit 50-an, di pertarungan air terjun. Di sini kelihatan betapa bagus animasinya. Koreografi, efek, dan jurus-jurusnya, bikin gak mau kedip karena tegang dan memukau. Seperti melihat adaptasi anime yang digarap dengan baik.

Wahai Hollywood, beginilah film pertarungan seharusnya dibuat. Dengan unsur martial art dan koreografi luwes.

 

Beijing Enlight Pictures

 

Sayangnya, setelah itu filmnya terasa repetitif. Dramanya tidak istimewa. Banyak adegan-adegan lucu yang kadang berhasil namun kadang juga terasa dipaksakan. Dan adegan gelutnya--

Animasinya luar biasa, tidak bisa disangkal, tapi... setelah beberapa kali pertarungan, adegannya terasa repetitif. Sangat sering menampilkan slow-mo yang akhirnya bikin jenuh. Ledakan demi ledakan, pertarungan, slow-mo. Beberapa pertarungan, ledakan, slow-mo lagi... Hmm...

 

Beijing Enlight Pictures 


Bisa dibilang filmnya nyepam visual effect yang jor-joran tapi plot pertarungannya kurang menggigit. Di film pertama, pertarungannya tidak sebanyak ini, tapi sangat berkesan, karena ada cerita yang dibangun sebelum pertarungan. Bahkan saya masih bisa mengingat adegannya. Apalagi adegan terakhir sewaktu menyelamatkan desa.

 

Beijing Enlight Pictures

Di film kedua ini ada begitu banyak pertarungan, tapi yang melekat di hati cuma pertarungan air terjun, dan jurus si pemanah yang nembak seperti senapan mesin. Keren banget jurusnya. Pertarungan final, oke sangat megah, tapi jujur bikin capek nontonnya, karena tidak bikin tegang atau gimana. Ya itu tadi, karena dramanya sangat standar, jadi tidak ada emosi dalam pertarungannya.

Ada sih adegan sedih sebagai motivasi perang, tetapi terasa kurang. Berbeda dengan adegan sedih di film pertama yang sedikit twist sehingga bikin kaget dan tersentuh betulan.

 

Beijing Enlight Pictures

Untuk kualitas animasinya, sebenarnya masih belum sedetail PIXAR atau Avatar atau film Hollywood raksasa lain. Yang membuat Ne Zha berbeda dari Hollywood adalah Ne Zha tidak pelit memamerkan adegan aksi, ledakan, dan kehancuran. Juga karena banyak gerakan bela diri dengan kekuatan fantasi.


Beijing Enlight Pictures


Film Hollywood seperti memiliki standar agar 'penonton merasa kurang'. Avatar juga film yang menjual visual, tetapi ledakan besar hanya beberapa kali saja. Sedangkan Ne Zha, banyak banget memamerkan ledakan besar, kehancuran bangunan, kehancuran alam, kekuatan sihir, dan semua diperlihatkan secara masif.

Di satu sisi filmnya jadi terkesan megah bahkan melebihi Hollywood. Namun di sisi lain bisa membuat penonton merasa jenuh. Atau tidak berkesan lagi karena dimunculin terus.


Beijing Enlight Pictures

Ne Zha 2 layak menjadi film terlaris, karena visualnya emang bikin kenyang dan memuaskan. Tapi sebagai film, isinya tidak seimbang, terlalu banyak adegan aksi ribut yang bikin lelah. Film pertama masih lebih seimbang, bisa sangat enjoy ditonton sebagai film yang utuh.

Kesimpulan. Film yang rekomen, jika mencari film yang penuh adegan aksi dan visual ramai. Dan bisa mengesampingkan ceritanya.


 

Sepanjang nonton malah mikir, andaikan anime gelut terkenal, Jujutsu Kaisen atau Dragon Ball misalnya, dibuatkan yang seperti ini, bakalan jadi masterpiece. Kadang merasa sayang setiap ada film yang CGI-nya luar biasa bagus tapi ceritanya tidak bisa mengimbangi.

Tuesday, September 2, 2025

Elio (2025)

Disney/PIXAR

Sebenarnya ini film di mana Disney tampaknya mulai tobat bikin film aneh-aneh. Ceritanya sudah mulai normal, tentang keluarga, anak-anak, dan persahabatan. Sayangnya filmnya boring di awal. Dan ceritanya sangat-sangat sederhana. Tidak ada ide gila macam film PIXAR legend lainnya.

 

Disney

Elio, seorang anak yang tidak punya teman dan tidak rukun dengan bibinya, terobsesi dengan alien dan ingin diculik oleh mereka. Keinginannya terkabul, dia diculik alien dan menjadi perwakilan Bumi, dan berteman dengan alien bernama Glordon.

 

Disney

Bagian serunya adalah ketika si Elio mulai kenal dengan Glordon. Sayangnya lama banget untuk sampai bagian itu. Sebelum itu hanya menceritakan kehidupan Elio dan Communiverse yang datar aja.

Untungnya visualnya sangat bagus. Setelah beberapa waktu nonton anime dan balik nonton PIXAR, memang sebagus itu animasinya PIXAR. Walau bukan yang terbaik di antara PIXAR lainnya, tapi jelas animasinya sangat bagus. Jadi jika hanya ingin melihat animasi dengan visual bagus, Elio tidak mengecewakan sih.

 

Disney

Elio ini mirip Soul (2020). Ceritanya sangat sederhana untuk ukuran PIXAR. Dan rasanya tidak ada sihir khas PIXAR. Entah karena sudah nonton banyak animasi lain (anime), atau memang PIXAR yang turun standar, atau memang ini sekedar proyek ringan PIXAR, jadi tidak perlu semuluk dan sedalam Inside Out.

Ada sih bagian sedihnya, tapi yang tipis-tipis aja.

 

Disney

Kesimpulan, ini tontonan ramah keluarga, dengan pesan oke, dan visual khas PIXAR. Sayangnya, jika ingin menonton PIXAR yang punya pesan mendalam, ini bukan salah satunya.