Termasuk film unik khas A24, tapi bukan yang luar biasa banget. Bisa dibilang 'punya kelas' karena tidak menjual jumpscare. Akting dan visualnya bagus, tapi ceritanya sederhana saja.
Tentang anak-anak remaja yang main jelangkung tangan buntung yang bisa membuat mereka berkomunikasi sekaligus dirasuki hantu. Kurang kerjaan banget kan.
Karakter utamanya bikin jengkel. Konflik dan masalahnya terjadi karena keegoisan karakternya. Dan karena rasa penasaran. Khas film horor. Karakternya tipikal yang gak bisa mikir logis dan cuma ngikutin keinginan. Jadi tidak simpati sama karakternya tapi malah mangkel. Sukurin.
Semua itu tak akan terjadi jika para karakternya punya ilmu ikhlas atau ngikutin pengajiannya Utadz Faizar. Atau setidaknya gak usah neko-neko.
Sebagai film horor tetap berhasil memberikan hiburan. Tetap berhasil bikin tegang dan syok. Tapi bukan yang bakal bikin keinget sampai takut ke kamar mandi malam-malam.
Katanya sudah akan dibuat film kedua. Tetap penasaran sih. Karena temanya lumayan menarik dan ada misteri tentang si tangan yang belum dijawab.
Nonton karena penasaran ingin lihat Minseo, gak tahu cerita soal apaan. Ternyata ceritanya bagus dan banyak kejutan. Alurnnya gak ketebak. Tipikal show yang gak perlu nonton trailer atau baca sinopsisnya. Langsung coba aja nonton. Makin gak tahu makin bagus.
Kalau sudah tertarik silakan stop baca sampai di sini dan langsung nonton aja.
Kalau belum tertarik atau gak tertarik dan pingin tahu tentang apaan, mari lanjut.
Bercerita tentang Kim Momi, gadis yang sejak kecil punya cita2 ingin jadi penyanyi. Tapi kenyataan berkata lain, karena dia tumbuh dewasa dengan wajah jelek, sehingga sering jadi bahan ejekan dan harus mengubur mimpinya. Tapi semangatnya masih hidup jadi dia menjadi artis streaming dengan topeng untuk menutupi wajahnya.
Episode 1 full komedi yang sangat kocak. Awalnya ngira ini drakor komedi. Tapi semua berubah setelah episode 2. Ceritanya berubah haluan jadi serius dan kelam. Tentang kriminal, penderitaan dan balas dendam.
Penceritaannya juga unik. Setiap episode memuat kisah hidup dan POV dari masing-masing karakter. Semua karakternya abu-abu, tidak ada yang baik dan tidak ada yang jahat. Semua bertindak karena kondisi hidupnya. Jadi gak tahu mau jagoin yang mana.
Aktingnya bagus-bagus. Paling keren sih si nenek gila. Yeom Hyeran for Best Actress? Pemeran Kim Momi juga bagus semuanya. Tapi paling suka sama Im Jina (Nana). Aura jahat dan tertekannya dapet. Sayangnya '3 generasi Momi' ini terasa beda-beda karakternya. Diperankan 3 artis berbeda namun tidak terlihat kemiripannya. Jadinya kayak 3 karakter yang beda.
Kekurangan. Ep 1-3 adalah masterpiece. Tapi setelah itu terasa turun. Enggak jelek. Tetap tegang dan emosional, tapi sudah tidak seliar episode awal. Bahkan ada beberapa yang mungkin tidak masuk akal atau terlalu fiktif, tapi ya oke lah, intinya tetap tegang dan menghibur. Aktingnya juga stabil, bagus terus sampai akhir.
Keseluruhan, ini serial yang seru dan banyak kejutan. Visual dan aktingnya bagus. Emosinya juga hidup, bikin tegang, perih, tapi tetap ada lucunya. Mirip sama 'Parasite'. Orang yang melakukan kejahatan bukan karena jahat, tapi karena kondisi. Sangat rekomended.
Awal nonton jelek. Dari akting Gol D. Roger saat eksekusi, tawanya keliatan dibuat-buat, gak kaya di manga. Juga akting para figurannya yang datar. Belum lagi kostum para karakternya yang bersih-bersih, sehingga terlihat seperti event cosplay. Live action bajak laut paling populer adalah Pirates of the Caribbean, yang visualnya believeable banget di mana orangnya kotor-kotor karena di laut terus, jadi gak pernah mandi. Di OP ini bajak laut pada bersih-bersih kayak orang lagi piknik. Bajunya juga pada baru semua.
Saat Alvida muncul, dan Luffy juga muncul pertama kali, masih terlihat jelek aktingnya, terasa kurang lah. Apalagi saat Luffy teriak-teriak ke langit ngikutin adegan di manga. Kayak gak masuk gitu adegannya.
Akhirnya cuma nonton nunggu bosen aja...
Tapi setelah masuk ke cerita jadinya sangat enak diikuti. Luffy jadi kelihatan vibe positifnya. Dan ceritanya langsung menarik bikin penasaran. Semua kekurangan pada kesan pertama jadi bisa dimaklumi. Ya memang inilah dunia One Piece. Warna-warni dan sangat kartun. Karena kemasannya fun, banyak komedinya, jadi bisa cocok sama style visualnya.
Adaptasi yang sangat setia pada originalnya. Bahkan sampai baju yang dipakai dibikin semirip mungkin (sayang Luffy gak pakai sendal jepit). Ceritanya juga tidak beda jauh dari versi ori. Diringkas tentu saja, tapi masih sangat plek dengan aslinya. Sampai style fish-eye atau apalah itu, yang telapak kaki Sanji atau tinju Luffy jadi gede di depan layar, yang sering dipakai di manga juga sering dipakai di sini.
Seperti versi ori, yang bikin betah sebenarnya bukan ceritanya, tapi sifat para karakternya dan kisah persahabatan mereka. Ketika sudah dibuat kenal dengan Luffy, maka kita akan terpanggil untuk setia mengikuti petualangannya. Kita akan ikut kemanapun dia pergi. Inilah salah satu keberhasilan show ini. Adaptasi ini berhasil membuat penonton suka dengan karakter Luffy. Bocah koplak yang cuma cengar-cengir tapi bakal membuat hati tergetar ketika dia udah bilang, "Karena kamu adalah temanku."
Tak hanya Luffy, karakter lainnya pun bisa digambarkan dengan sangat baik. Terutama Kru Topi Jerami. Yah, mungkin ada perbedaan di sana-sini dengan versi ori, tapi intinya semua karakternya bisa disatukan menjadi satu tim yang kompak dan bisa disukai penonton. Dan mungkin ada karakter yang terasa kurang cocok, tapi masih bisa dimaklumi, tidak mengganggu jalannya cerita.
Kekurangan. Seperti di awal, kostum dan riasan yang terlihat seperti cosplay. Enggak jelek sebenarnya, karena masih masuk dengan konsepnya yang komedi. Hanya sedikit berharap adaptasi ini bisa lebih realistis lagi. Sebenarnya ingin melihat diadaptasi jadi realistis macam Kenshin gitu.
Terus akting dan adegan aksi, ya oke lah. Bagus tapi bukan yang luar biasa. Akting Luffy dan Nami (dan Usopp?) yang terlihat paling menonjol, karena banyak menunjukkan adegan emosional.
Secara teknis bukan show yang luar biasa banget. Tapi karena keberhasilannya menceritakan ulang sesuai versi ori, dan menghidupkan karakternya dengan vibe yang sesuai dengan versi ori, show ini jadi sangat asik diikuti.
Kesimpulan. Sangat rekomended. Show ringan yang lucu, seru, dan sarat dengan nilai persahabatan dan saling tolong menolong yang bikin tergerak.
Apalagi buat yang belum nonton animenya. Nonton ini bisa hemat banyak waktu. Sangat cocok buat yang penasaran sama hype One Piece tapi males memulai karena udah ketinggalan 1000 chapter. Atau yang sekedar ingin mencari jawaban dari pertanyaan, 'Kenapa sih One Piece populer banget?'
Enggak tahu apakah para fans puas dengan adaptasi ini, saya hanya penonton biasa dan hanya baca manganya. Untuk para fans, apakah kalian puas dengan adaptasi ini?