Ghost in the Cell (2026)

Rapi Films

sutradara: Joko Anwar

penulis: Joko Anwar

pemain: Abimana Aryasatya, Aming Sugandhi, Endy Arfian, Bront Palarae

genre: horor, komedi, splatter

produksi: Come and See Pictures, Rapi Films

 

Dimas masuk penjara karena dituduh membunuh bosnya. sementara di dalam penjara, satu per satu penghuni tewas secara misterius.

 

Rapi Films

saya bisa membayangkan bagaimana Joko Anwar atau siapapun penulis naskahnya mendapatkan ide. ketika para netizen bilang, jika hantu beneran ada kenapa gak ada yang gangguin pengusaha dan pejabat korup yang udah membakar dan menggunduli hutan? maka lahirlah cerita ini.

dan saya pun bisa membayangkan pengembangan ceritanya yang tidak begitu lama. karena ceritanya dangkal aja. seting cerita, premis, bahkan beberapa pengambilan gambarnya mirip Shawshank Redemption. namun dengan karakter yang komikal dan sindiran-sindiran yang ditujukan untuk pemerintah yang tidak diselipkan dengan begitu cerdas, tapi ditampakkan terang-terangan dan berisik. jadi bukan seperti sindiran malah lebih seperti mengatai-ngatai.

Shawshank Redemption juga menyindir soal polisi korup, kecacatan hukum, keadilan yang tidak semestinya, tetapi dikemas menjadi bagian dari ceritanya, sehingga terdeliver dengan baik dan kuat.

tapi memang kejauhan sih membandingkan dengan itu.

 

Rapi Films

untunglah Ghost in the Cell ini cuma komedi. jadi segala kemiripan dan kedangkalannya bisa dimaklumi--atau dianggap homage. tapi sebagai komedi pun rasanya juga tidak begitu cerdas. kelucuannya masih dipaksakan pada ekspresi lucu, atau kalimat dan adegan yang ditekankan bahwa itu lucu, bukan cerita yang lucu dengan sendirinya.

saya malah berpikir cerita ini akan lebih bagus komedinya jika digarap oleh tim Agak Laen.

Ghost in the Cell sepanjang nonton bikin tersiksa untuk mengikuti dialog dan ceritanya. bahkan saya gak peduli dengan apa yang terjadi di awal-awal, karena begitu tidak menarik dialog dan ceritanya sampai saya sambi entah main hp atau baca komik. itu pun masih tetap paham dengan ceritanya. barulah di akhir ketika adegan gelut & aura jadi bisa tertawa. tapi ya cuma itu.

 

Rapi Films

kesimpulan. seperti film Joko Anwar biasanya, film ini juga membosankan pada bagian dialog dan dramanya. seperti film yang berusaha menjadi unik atau pintar, tetapi sebenarnya tidak seunik atau sepintar itu. namum karena ini film komedi, bukan yang berusaha nyeni atau edgy seperti film beliau yang lain, jadi saya memakluminya. saya cuma menganggap tidak relate saja dengan komedinya.

secara garis besar, saya bisa memahami film ini ingin dibuat seperti apa. sebuah film komedi dengan sindiran politik yang digabungkan dengan horor supranatural dan splatter. saya menghargai gagasan itu. hanya saja saya tidak bisa menikmati hasil akhirnya.

 

**


Comments

Popular Posts