![]() |
| Netflix |
Bagus. Lebih bagus dari film kedua.
Misterinya bagus. Twistnya rapi. Petunjuknya disembunyikan dengan baik jadi susah membaca arah kasusnya.
![]() |
| Netflix |
Bagian awal agak boring. Banyak ngobrol membahas soal gereja dan hal-hal di luar misteri itu sendiri. Tidak jelek, banyak lucunya, jadi masih menghibur. Cuma beberapa orang mungkin akan tidak sabar.
Saat sudah masuk konflik jadi seru.
![]() |
| Netflix |
Kekurangan. Si Blanc (Daniel Craig) tidak terlihat kesulitan memecahkan kasusnya. Bahkan tidak ada bagian dia menyelidiki seperti di film detektif pada umumnya.
Dia cuma datang. Jalan-jalan. Mendengarkan cerita dari si pendeta. Dan ketika polisi akan menangkap pelaku, tahu-tahu dia maju memecahkan kasusnya. Terlihat sangat OP sebagai detektif.
Akibatnya pacingnya pun jadi terasa aneh. Seakan separuh awal terasa boring, dan separuh belakang sangat padat dan buru-buru.
![]() |
| Netflix |
Di film detektif pada umumnya, akan ada momen si detektif terpojok dan akhirnya menemukan petunjuk di detik-detik terakhir. Dan ketika semua orang berkumpul, kita tahu bahwa itu saatnya si detektif akan memberikan deduksi untuk semua misterinya.
Di film ini tidak ada momen seperti itu. Momen deduksinya dadakan. Jadi ketika mulai penjelasan, kita jadi berpikir, Loh, ini sudah penjelasan misterinya?
![]() |
| Netflix |
Kesimpulan. Meski pacing dan kemasannya agak aneh, tapi misteri dan twistnya sangat bagus. Jadi rekomen.
❖





Comments
Post a Comment